
Suatu ketika datang seorang pria ke hadapanku dan menyatakan cintanya kepadaku. Aku sedikit terkejut dan lebih banyak tidak percaya dengan penuturan perasaannya. Bagaimana aku yang hanyalah perempuan biasa-biasa saja, bisa dicintai olehnya. Katanya cintanya sungguh-sungguh. Awalnya aku hanya menganggap sebagai suatu ungkapan perasaan biasa saja. Aku masih meragu bahwa ia yakin akan perasaannya padaku. Aku masi belum percaya bahwa di dunia ini akan ada pria yang akan benar-benar dapat mencintaiku apa adanya.
Aku dilahirkan dari keluarga biasa-biasa saja, dan dibesarkan secara biasa pula. Aku pun tumbuh sebagai gadis yang biasa saja. Tidak ada yang terlalu menonjol dalam kehidupanku. Aku bukan siswa berprestasi yang berbagai piala keberhasilannya terpajang di rak ruang tengah rumah. Hanya ada satu piala saja yang terpajang di sana. Saat aku lulus SD. Itu sudah belasan tahun lalu. Tak ada lagi kebanggaan dari diriku. Wajahku biasa saja. Bukan langsing dan tinggi semampai layaknya model. Pria biasanya suka dengan wanita sempurna. Atau setidaknya itulah yang kusimpulkan dari beberapa pria. Sedangkan aku jauh dari sempurna. Aku bukan siapa-siapa bagi orang lain. Aku hanya seorang anak perempuan biasa.
”kita itu serupa. Aku seperti melihat diriku sendiri saat aku melihatmu.” itu yang pertama kali dikatakannya padaku. Aku pun tahu. Sekian lama aku mengenalnya, aku pun merasakan hal yang sama. Jujur. Dia mungkin salah satu pria yang pernah kupandang sebelah mata saja. Aku pun menyadari. Dia hanyalah pria yang biasa saja, lahir dan dibesarkan dari keluarga yang biasa pula. Wajahnya pun biasa saja. Jauh dari ketampanan wajah para model yang biasa muncul di layar kaca. Tapi aku tau, hidupnya luar biasa. Dari cara dia memandang hidup ini, dan dari cara dia menjalani hidup. Mungkin karena terlalu biasa itulah aku hanya memandangnya sebelah mata.
”Bagaimanakah kau mencintaiku?”
”Aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu. Dan dalam hatiku aku yakin, bahwa kau lah calon isteriku kelak.”
”Apa yang membuatmu berpikir demikian? Apa yang istimewa hingga kau bisa jatuh cinta padaku?”
”Tak ada. Kau biasa saja.”
aku pun lantas percaya, cinta tak butuh alasan apapun. Cinta yang murni muncul bukan karena orang itu tampan/cantik rupawan. Bukan pula karena dia kaya ataupun pintar gemilang. Cinta yang murni muncul karena sebuah keajaiban alam. Ada sesuatu yang misterius yang tidak bisa kujelaskan dengan nalarku sebagai manusia biasa. Tp aku tahu, seseorang bisa tiba-tiba jatuh cinta dan dapat pula tiba-tiba berhenti mencintai. Cinta tumbuh tanpa ada alasan yang jelas, dan cinta pun dapat mati tanpa ada alasan yang jelas pula... tp mungkin sebenarnya bukan mati tanpa alasan yang jelas, namun karna tidak mau mengungkapkan alasan itu.
Dapatkah aku percaya kalau dia sungguh-sungguh mencintaiku?
”Apakah kau bersedia mencintaiku apa adanya, sebagaimana adanya aku saat ini. Dalam suka dan dukaku. Dalam untung dan malangku. Dalam sehat dan sakitku?”
”Ya. Aku bersedia mencintaimu apa adanya. Dalam suka dan duka. Dalam untung dan malang. Dalam sehat maupun sakit. Sampai maut memisahkan kita.”
cinta yang diungkapkan dalam kata-kata, tanpa ada perbuatan yang nyata pun bagai iman tanpa perbuatan. Sia-sia. Hampa. Mati. Dan tentu saja aku butuh bentuk nyata cintanya dalam perbuatan. Dan aku tak perlu susah-susah memintanya. Dia sudah menghujaniku dengan cintanya. Dia sudah membuatku benar-benar bertekuk lutut kepadanya.
”apa yang membuatmu menerima cintaku.” tanyanya padaku.
Aku diam.
Apakah aku mencintainya karena ia mencintaiku dan karena aku begitu putus asanya sebab tidak ada orang lain lagi yang dapat mencintaiku seperti dia mencintaiku?
TIDAK.
Namun lagi-lagi aku pun tak dapat menjelaskan mengapa aku dapat menerima cintanya. Dan memberikan cintaku padanya. Cinta tidak butuh alasan apapun. Tapi aku tahu kesungguhan hatinya mencintaiku.
Aku tak perlu repot-repot meminta dia membuktikan cintanya, karena itu semua terpancar jelas di matanya.
Ketika seorang pria jatuh cinta pada wanita
Dia akan melakukan apapun untuk membuat wanitanya bahagia
Dia akan melakukan apapun supaya dapat selalu bersama wanitanya
Dan dia akan melakukan apapun untuk melindungi wanitanya
Aku tau sekarang rasanya jika seorang pria jatuh cinta
Bagaimana ia menatapku
Bagaimana ia memperlakukanku
Melihatku sebagaimana aku apa adanya
Tidak menuntut aku untuk berubah sesuai citranya
Mencintaiku seutuhnya, dengan segala kelebihan dan kekuranganku
Tiba-tiba aku pun berpikir
Adakah pria yang lain lagi yang bisa seperti itu di dunia ini?
Beruntungnya aku...