Selasa, 28 September 2010

Bagja Pringga Utama

Sabtu siang aku berangkat dengan perlengkapan tempurku ke arah terminal Senen. Tujuan utamaku sebenarnya bukan terminal Senen, tapi Cilincing. Tapi apa daya, aku janjian dengan dua orang teman di sana. Dari Senen, kita menumpang metro 24 jurusan tj priok. Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu lewat. Jalanan agak macet karena ada perbaikan jalan ngga tau deh tuh ada di daerah mana. Ternyata, sampai di sunter, bus memutar, karena ngga bisa sampai d priok akibat jalan martadinata yang ambles beberapa waktu lalu.... pfyuuuhhh.....
Kami ganti angkot lagi ke priok, lewat sunter... masih aja muter-muter, rasanya nggak sampai-sampai juga.. sampai di priok, gausah masuk terminalnya, kita ganti bus lagi ke arah cilincing, metro 23 dan turun di perempatan cilincing. Setengah empat sore kami baru tiba di rumah ibu Ningsih, istri dari Pak Sobirin. Salah satu nelayan Muara Angke yang kami kenal.

Ibu Ningsih baru melahirkan anak keduanya, (yang pertama sebelumnya telah lebih dulu dipanggil Tuhan) dan saat kutanya namanya... Bagja Pringga Utama...
hmm...
hatiku langsung tergetar mendengar nama itu. katanya diberikan oleh kakeknya Bagja. tak tau aku arti nama itu apa, tapi aku yakin, artinya pasti bagus. entah mengapa nama itu terus terngiang dalam benakku, hingga kutuliskan dalam status FB ku malamnya. seorang teman iseng mencarikan artinya...
Bagja = Bahagia Lahir Batin (Sunda)
Pringga = Pahlawan (Sansekerta)
Utama = Terbaik
jadi kira-kira kalau dirangkaikan jadi Pahlawan Terbaik yang bahagia lahir dan batin
amiiiiin
semoga kau bisa menjadi anak yang berguna untuk keluarga dan masyarakat sekitarmu, Nak.

Lanjut cerita... Bagja terpaksa dilahirkan dengan operasi caesar, karena pinggul ibu Ningsih kata dokter terlalu kecil untuk melahirkan normal. Biaya operasinya mencapai 11 juta. aku terpana, dapat darimana mereka uang segitu besar untuk biaya operasi. aku tak berani bertanya. tak tega. betapa kejamnya ibu kota, seorang nelayan harus mengeluarkan uang segitu banyak untuk kelahiran anaknya. betapa hidup begitu mahal. tapi juga biaya segitu tak murni untuk caesar saja. atas permintaan suaminya, ibu ningsih akhirnya di steril supaya tidak hamil lagi. mungkin juga karena khawatir bagaimana nanti membesarkan anak kalau banyak-banyak sementara biaya hidup semakin tinggi

pembicaraan tak berlangsung lama, karena kami masih harus melanjutkan perjalanan ke kelapa gading. lain waktu, kami pasti datang lagi. cepat besar, Bagja, dan bahagiakan orang tuamu.

Senin, 20 September 2010

Gusti Allah Mboten Sare

sabtu - minggu kemarin aku benar-benar merasakan mukjizat Allah yang luar biasa nyata.

hari sabtu ada acara HUT paroki di gerejaku. kami, dari wilayah 1 jadi panitia kegiatan hut paroki itu. acaranya Family Fun Games. permainan outbond yang terdiri dari 10 tim yang harus diselesaikan tiap-tiap tim, wakil-wakil dari wiyalah. satu minggu kemarin hujan tak pernah absen mengguyur kota jakarta, membuat kami was-was, kalau nanti pada saat hari H, hujan pun kembali menyapa kami. sepatah doa singkat mohon restu dari Bapa agar acara berjalan lancar dan tidak ada halangan apapun. agar cuaca benar-benar cerah ceria terang benderang, ternyata sungguh nyata dikabulkan Bapa. acara sungguh berjalan lancar terutama tak terganggu setitikpun air yang jatuh dari langit. PUJI TUHAN, Terimakasih Bapa...

sabtu sore aku beristirahat di kamar, melepas lelah setelah dari pagi mondar mandir di pelataran gereja. koneksi internet dalam posisi online. seperti biasa aku chatting dan buka-buka FB. di room chat FB muncul sebuah sapaan ringan dari mantan bosku di kantor surat kabar. sapaan ringan seperti biasa. ku jawab pun dengan ringan. kala itu aku sambil bermain game. sapaannya pun kubalas agak lama. kemudian mantan bos ku itu menanyakan padaku, apakah aku punya account mandiri/bca. ku jawab kalau aku punya keduanya.
beliau meminta tolong di transferkan ke rekannya, karena ia tak punya rekening kedua bank tersebut. hanya ada BTN dan itu belum bisa transfer antar bank. dia minta ditransferkan 1,5 juta karena penting dan mendesak. malam itu juga ia akan mengganti uangku.


tak lama mama memanggilku dari lantai bawah. ternyata minta diantar ke RS. papa sakit diare dari pagi masih belum sembuh juga. aku ngga tega kalau papa harus menyetir sendiri ke RS. aku bilang kalau aku siap-siap dulu, mandi dan matikan laptop. pada mantan bosku di roomchat FB, aku berpesan singkat, kalau aku harus pergi ke RS dan nanti sms aja nomer rekening yang dituju. kuberikan nomor IM3ku. dia mengiyakan dan berpesan hati-hati dan GBU


sambil mandi aku sudah merasakan kejanggalan. kalau mantan bosku itu ingin pinjam uang karena tak bisa transfer antar bank dari banknya, kenapa malam ini juga dia mau bayar utangnya kepadaku? kalau dia bisa bayar utangnya kepadaku, kenapa nggak langsung saja dia trasnfer ke rekannya itu. dan aneh juga, seorang bos malah pinjam uang ke mantan anak buahnya, yang gajinya saja mungkin hanya 1/10 gajinya. aneh.
tapi tetap saja aku berpikir positif, mungkin dia sangat mendesak dan tidak sempat.


batal ke RS, aku mengajukan diri ke apotik terdekat. kebetulan di apotik itu ada atm mandiri. karena nomor rekening yang dituju belum di sms, aku sms ke mantan bosku itu tuk segera di kirim nomor rekeningnya. smsku belum juga dijawab. ku telpon bosku katanya aku harus tunggu sebentar.


ada rasa khawatir juga karena papa menunggu dirumah, menunggu obat diare yg aku beli. sempat berpikir untuk menunggu sms itu, tapi ku pikir, papaku lebih penting dari mantan bosku. aku lantas berjalan pulang. di jalan pulang, ada sms masuk dari nomor berbeda, memberikan nomor rekening dan pemilik rekening yang dituju. dan aku harus kirim email ke alamat email bosku untuk konfirmasi bukti transfer.


tak lama berselang, ada sms lain masuk dari nomor mantan bosku itu, yang isinya bahwa account FB dan yahoonya di hack orang. aku kaget. ku forward sms berisi nomor rekening itu ke beliau, memastikan apakah sms itu darinya atau bukan. dan jawabnya bukan.


PUJI TUHAN.... aku nyaris saja jadi korban penipuan. 1,5juta nyaris lenyap begitu saja. kalau saja aku ngga diburu mengantar obat ke papa, mungkin saja aku sudah kena tipu. Tuhan Allah memang nyata mengasihi dan melindungiku.. menghindarkanku dari korban kejahatan.


"... dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat"

Minggu siang, pulang dari kursus aku menumpang bus ke arah blokM. tiba-tiba terdengar suara ledakan keras sekali. ternyata ban bus yang aku tumpangi pecah. PUJI TUHAN lagi..
untung busnya berjalan pelan, tidak ngebut, mungkin kalau ngebut sudah terbalik bus itu...

Lagi-lagi Tuhan sungguh menyatakan kuasa dan mukjizatNya kepadaku. sungguh nyata dan hadir dalam hidupku. hatiku semakin dijamahNya, tuk lebih dekat lagi padaNya


Gusti Allah mboten sare... Dia selalu ada untuk kita, tanganNya tak pernah terlambat mengangkat dan menolong kita.

Kamis, 16 September 2010

pelangi hidupku yang baru



dalam suatu masa yang telah lampau
aku hanya mampu
menyusun puing puing
tanpa arti
dan belajar merangkaikannya
agar dapat terbentuk bangunan
kembali
membuka buku usang
selembar demi selembar
meniup debu dan mengusapnya
perlahan
membaca rangkaian kata
yang pernah tergores di situ
mempelajari tiap makna
dibalik semua
itu pekerjaan tanpa makna
pengisi waktu luangku
yang sedang menunggu
temanku disaat membuang bosan
dan membakar waktu
membunuh luka
puing akan tetaplah menjadi puing
dan buku usang itu pun akan tetap usang
dan hanya akan disimpan di sudut gelap
tak penting
mungkin pernah penting
tapi kini tidak lagi
masa itu sudah lama ku lewati
nyaris membuatku lupa
kalau itu pernah ada
merajut kini menjadi temanku
pembunuh sepi
merajut hati dengan sukacita
harapan dan iman
bahwa untaian benang ini
akan lebih indah lagi
lagu pun kini menjadi sahabatku
pengusir sunyi
dan menemaniku terlelap
membawaku dalam mimpi indah
hingga ku dapat bangun
dan mewujudkannya
tawa itu yang kini ada
membantuku merajut
dan merangkai lagu nan indah
meniupkannya dalam harmoni baru
esok masih ada jingga
walau biru pun belum tentu pergi
waktu terus bergulir
setidaknya sayapku tlah pulih
walau tertinggal goresan yang dalam
tapi kuanggap itu pengukir indah sayapku
setidaknya kakiku telah kuat
bahwa langkahku akan lebih indah
dan tanganku telah dituntunNya
ke arah yang benar
menggoreskan lukisan yang baru
dalam suatu nuansa
pelangi hidupku yang baru

Senin, 13 September 2010

biarkanlah sejenak aku mencari damai

aku termenung dalam kesendirian
menatap langit-langit kamarku
malam nyaris tergantikan dengan pagi
dan mataku pun tak kunjung terpejam
sunyi memekakkan telingaku
dalam sepiku aku menghalau kelam

aku tetap terbaring nyalang
dengan sunyi yang tetap mengganggu telingaku
terkadang ku ditemani suara di luar sana
membujukku tuk segera memejam
pergi ke alam mimpi

tidak
tidak sekarang
aku belum dapat tidur
sebelum ku buang segala penat
yang mengerubungi ragaku
sebelum ku singkirkan pula galau
yang membayangi hatiku

biarkanlah sejenak aku mencari damai
menyayat hatiku sehelai demi sehelai
membukanya agar semakin lebar
semakin lapang
tuk dapat menampung segala keresahan
dan membungkusnya dalam ketenangan

biarlah pula sekejap aku bertahan
tuk menguatkan hidup dan hatiku
karena ku tahu
dia yang jauh di sana membutuhkanku
mengirimkan kekuatan untuknya
tuk menjaganya

Selasa, 07 September 2010

Don't be Affraid

"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan,
melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban"
2 Tim 1:7


Ayat itu seolah menegurku tepat pada sasarannya....

Hampir seminggu belakangan ini aku dihantui ketakutan yang berlebihan. jumat lalu tepatnya. dan entah sampai sekarang ketakutan itu kadang senang melayang-layang dalam pikiranku, menghantuiku, sehingga membuat batinku tidak tenang...

Apa yang membuat batinku sungguh tak tenang, cukuplah aku dan Tuhan saja yang mengetahuinya. mungkin karena trauma masa lalu, membuat bayangan itu kembali menghantuiku, ketakutan akan terulang kembali kejadian itu... Aku tak mau merasakannya lagi, karena bagiku sudah cukup sekali, dan rasanya aku tak sanggup merasakan yang kedua kalinya... tapi entah mengapa bayangan itu kadang begitu nyata. seolah itu memang bukan bayangan, tapi kenyataan... benar-benar membuat batinku tak tenang...tidurpun aku menjadi takut, takut mengalami mimpi yang sama dengan yang sebelumnya... takut memimpikan hal yang sesungguhnya tidak mau aku dengar dan aku bayangkan...

Aku pun tahu, segalanya harus kupasrahkan padaNya.. apa yang datang dari padaNya, selalu yang paling baik untukku. Ia sangat mengerti kebutuhanku, bukan sekedar keinginan pemuas egoku saja. maka dengan berlapang hati, aku mencoba menyerahkan segalanya pada kasihNya.

Beberapa kali aku benar-benar ditegur oleh firmanNya... membuatku tersadar... bahwa, apa yang aku minta kepada Bapaku di sorga dengan sungguh-sungguh, dan dengan iman dan kepercayaan, maka sesungguhnya itu sudah diberikan kepadaku. (Markus 11:24) Intinya adalah percaya dan pasrah padaNya. ya. aku percaya, apa yang kuminta telah diberikan kepadaku. Tuhan telah mengabulkan permohonanku, tapi ternyata di dalam hatiku masih ada ketakutan. ketakutan tak beralasan yang begitu hebat menghantuiku. dan lagi-lagi aku diteguhkan oleh firmanNya, bahwa Ia tidak pernah memberikan roh ketakutan, lantas, untuk apa kita bertakut-takut pada hal yang belum tentu terjadi..

Ketakutan terbesar manusia justru kekhawatiran akan hal yang belum pernah terjadi, dan itu selalu menghantuiku.. seolah membuatku menjadi tak dapat berpasrah secara total padaNya. keadaan di sekitarku juga membuatku semakin menggebu ingin mewujudkan keinginan itu. bahkan, jika memungkinkan, aku ingin meminta pada Tuhan, sekarang saja ya Tuhan, rasanya aku sudah tak sanggup lagi menghadapi ini... tapi Ia tak pernah berhenti untuk meneguhkanku. menguatkanku dalam setiap ketakutan dan keresahanku.

"Sabar dulu, Anakku. Sabar sebentar lagi" seolah itu yang selalu dibisikkannya kepadaku. membuatku percaya, Ia sedang mempersiapkan langkah hidupku supaya menjadi indah pada waktunya. dan aku, anakNya yang nggak sabaran, selalu meminta supaya itu terjadi sekarang... aku benar-benar menginginkannya, Ya Tuhan... dan Tuhan pun tahu, bukan itu yang aku butuhkan saat ini...

Tak jarang aku hanya meratap padaNya, memuntahkan segala kerisauanku pada hatiNya yang Maha Kasih... bersimpuh pada pelukanNya yang hangat dan penuh cinta. karena aku tahu, hanya Dialah yang dapat mengerti isi hatiku, hanya Dialah yang sungguh-sungguh mengenal diriku dan mengetahui apa kesusahanku. dan aku selalu mendengar, bahwa Ia selalu membisikkan kata-kata yang sama padaku untuk menguatkanku, "Don't be affraid, Mychild, I'll always with you"

Jumat, 03 September 2010

::pengacau hati::


Tuhan....
ada apakah ini?
pagi-pagi kuterbangun karena bisikan itu
apakah itu berasal dari Engkau, Tuhan?
ataukah itu hanyalah kuasa jahat
yang ingin mengacaukan iman dan kepercayaanku

Tuhan...
jikalau itu berasal dari Engkau
mengapa hatiku menjadi tidak tenang karenanya?
mengapa damai sejahtera itu tidak dapat kurasakan
setelah kudengar bisikan itu
kenapa pikiranku pun menjadi kacau tak menentu
dan kenapa aku pun menjadi resah?

Tuhan...
jikalau itu memang berasal dari Engkau
walaupun bukan itu yang ku inginkan
tapi ku percaya Kau tahu yang terbaik untukku
tenangkanlah hatiku ya Tuhan
buatku dapat kuat menghadapinya
dan dapat tabah melewatinya
karena tanpa bantuanMu
aku tak akan mampu melewatinya sendiri
jadikanlah aku siap menghadapinya

Tuhan...
jikalau itu bukan berasal dari Engkau
tenangkanlah resahku ya Tuhan
buang jauh-jauh pikiran buruk dari kepalaku
damaikanlah kembali hatiku
dan kuatkan imanku
bantulah aku agar aku tetap teguh
menjaga iman dan kepercayaanku ini

Kamis, 02 September 2010

satu tahun lalu


nggak terasa, ternyata sudah satu tahun sejak terakhir kali aku menginjakkan kaki pada kesejukkan alam ibu pertiwi ciremai.. 4 september 2009 tempat aku mempertanyakan hidupku tempat aku bergumul dengan segala kegundahan yang mengganjal hatiku sejak itu pula aku "mengurung diri" dari liarnya alam memenuhi janjiku pada orang tua, yang sejak saat itu melarangku menjejakkan kaki di gunung lagi aku telah memenuhi janjiku satu tahun terakhir ini tidak bertemu dengan alam liar lagi berpuasa dari rimbunnya hutan, sejuknya udara pegunungan dan yang terpenting terpingit dari liarnya alam yang bersahabat mengajarkan kita tentang hidup selama ini aku merasakan ada sesuatu yang hilang dalam hidupku hidup bagai orang normal pada umumnya menghabiskan sebagian besar waktu dirumah bergumul dengan hal-hal yang membuatku kehilangan arti arti aku dilahirkan ke dunia ini bukan lagi hidup sebagai jungle sang gadis hutan tetapi sebagai jungle, gadis hutan yang tersesat di kota kelahirannya sendiri hampa rasa hati kosong tak bermakna satu tahun lampau hasratku belum terpuaskan menjelajah belantara gunung ciremai puncak pun belum ku pijak rasanya masih ada hutang yang belum terbayarkan yang entah kapan dapat kubayar
gunung
hutan
rimba
pepohonan
langit
mereka akan selalu ada di tempatnya masing-masing menantiku terbangun dari tidur panjangku lagi entah kapan hasrat itu akan selalu ada perasaan itu tak akan pernah hilang dari dalam aliran darahku selama namaku masih sang gadis hutan selama apapun nafasku masih berhembus selama itu pula lah aku akan selalu merindukan kehadiranku di tengah-tengah hutan yang mengajarku sejuta pelajaran hidup yang membimbingku dalam ketenangan tiada tara mengenali diriku sendiri, mengenali orang di sekitarku yang memberiku jawab dalam kedamaian hatiku di pelukannya
hutan
gunung
rimba

entah kapan akan kupenuhi hutang yang belum terbayar itu entah kapan pula akan ku tapaki engkau lebih jauh lagi hanya Tuhan yang tahu kerinduanku...