Jumat, 15 Oktober 2010

s.i.l.v.i.a



Menyandang nama Silvia selama lebih dari 25 tahun membuatku seharusnya mampu meneladan hidup santa pelindungku. Setiap orang tua biasanya memberikan nama berdasarkan harapan yang diinginkan dari si anak kelak. Entah apa yang membuat orang tuaku memberikan nama santa itu sebagai pelindungku. Yang aku tahu hanyalah arti nama Silvia itu sendiri sejak dulu. Apalah artinya nama. Begitu kata pujangga William Shakespeare. Mawar akan tetap menjadi mawar yang harum, walaupun namanya bukan lagi mawar. Tetapi tetap saja bagiku nama akan membuat sang pemiliknya menjadi seperti yang dimaksudkan dalam nama tersebut.

Silvia berasal dari bahasa latin, y ang berarti penghuni hutan, seorang wanita yang berasal dari hutan. Mungkin itu kemudian yang membuatku mendapat julukan “jungle” semasa kuliah hingga sekarang. Mungkin itu juga yang kemudian membuatku begitu mencintai hutan dan alam. Tapi nampaknya aku tumbuh bukan seperti yang diharapkan orang tuaku. Sepertinya mereka tak pernah berpikir anaknya akan tumbuh besar menjadi seorang pecinta hutan yang tergila-gila dengan gunung. Makanya, kesenanganku yang satu itu agak terhalang oleh restu orangtuaku

Santa Silvia...

Banyak yang tak tau kisah hidupnya. Memang namanya tak sepopuler santa2 lainnya seperti Maria, Sisilia, Theresia, dan lainnya..

Aku tergelitik tuk mencari kisah hidup santa pelindungku itu. Dan akhirnya aku menemukannya dengan bantuan mesin pencari di internet.

Ia adalah seorang ibu dari St Gregorius Agung, seorang Paus dan dokter. Seorang isteri yang baik, dan seorang ibu yang kelak puteranya menjadi seorang yang hebat. Seorang wanita yang menomor satukan Allah dalam hidupnya.

Ternyata hidupnya pun tak jauh dari cita-cita dan impian hidupku kelak. Impianku sangat sederhana. Menjadi seorang isteri dan seorang ibu yang baik. Aku ingin anak-anakku kelak menjadi anak-anak yang menomorsatukan Allah dalam hidup mereka. Dan kalau mungkin diijinkan, aku akan mempersembahkan anak-anakku kelak pada Allah. Berharap salah satu diantara mereka ada yang hidup membiara. Mungkin cita-cita yang sangat sederhana dari seorang seperti aku.

Ya.. hidupku memang sederhana saja. Tidak terlalu ingin yang muluk-muluk. Tak salah memang orangtuaku memberikan aku nama Silvia, karena nampaknya hidupku secara tak kusadari memang benar-benar mengikuti hidupnya.. hanya saja, masih jauuuuh dari kebaikan hidup Santa Silvia yang sebenarnya.

Tuhan, ajarku untuk hidup lebih baik lagi. Meneladan hidup Santa Pelindungku, Santa Silvia, meneladan hidup Santa Maria juga dan menjadi orang Kristen yang lebih baik lagi. Amin.