Kemarin baru saja ada pertemuan pergantian pengurus di komunitas kami. Lebih tepatnya pemilihan ketua baru. Lalu ada seorang anggota, yang sudah lama keluar dari komunitas kami dan kemudian bergabung di komunitas ini kemudian belum terdaftar dalam anggota komunitas, sehingga tidak berhak memberikan suaranya dalam pemilihan ketua baru...
Anggota ini merasa tersinggung dan sangat sakit hati, dia sudah lama aktif mendaftar ulang, tetapi kehadirannya tidak diterima secara sah dalam komunitas kami...
Aku jadi tergelitik dengan kejadian itu... betapa bagi seseorang, sebagai makhluk sosial amatlah membutuhkan sebuah pengakuan dan penerimaan untuk bergabung di komunitas tertentu.. tak jarang kita melakukan segala cara agar mendapatkan pengakuan dari anggota komunitas tersebut... menghalalkan segala cara agar dapat diterima dikomunitas itu dengan baik...
Dengan meninggalkan teman lama, misalnya, atau berubah sesuai dengan yang komunitas itu inginkan hingga meninggalkan dirinya sendiri, dan menjadi orang lain...
Aku tak tahu apakah aku juga demikian atau tidak. Tapi yang aku tahu, sifat alamiah manusia adalah berubah menyesuaikan keadaan di sekitarnya agar dapat di terima. Karena bagi kita, di terima itu penting. Kita butuh teman. Kita butuh orang lain untuk bersosialisasi. Di tempat kerja, di lingkungan, bahkan saat di kendaraan umum pun tanpa sadar kita juga terkadang membutuhkan teman sebangku kita untuk bersosialisasi.
Saat masuk ke lingkungan pekerjaan baru misalnya, terkadang kita harus menjadi orang lain agar diterima, menjadi anak yang alim, pendiam, patuh pada atasan, padahal d luar kita termasuk orang yang ceria, hidup, dan kadang tak taat pada aturan. Tapi demi di terima atasan dan rekan2 kerja baru kita, kita pun menjadi berubah. Saat rekan kerja mengajak berbuat curang, korupsi kecil2an misalnya, kalau kita menolak, kita akan dijauhi oleh rekan-rekan di kantor, dan bahkan mungkin dimusuhi dan dikeluarkan.. tapi kalau kita menerima, hati kecil kita menjerit ingin memberontak...
Apakah yang harus kita lakukan?? Entahlah... Terkadang tanpa sadar kita telah menyakiti orang-orang di sekitar kita karena perubahan sikap kita supaya kita diterima di komunitas itu.
Tapi satu hal yang aku tahu pasti, ikutilah kata hatimu.... karena kata hati tidak pernah berdusta.. kata hati tidak pernah berbohong... ikutilah apa yang menurut kata hatimu baik dan tinggalkanlah apa yg menurut kata hatimu salah...
Semoga kita dapat selalu menjadi diri sendiri di manapun kita berada...
Senin, 14 Juni 2010
Selasa, 08 Juni 2010
Am i look pretty today???
Kemarin pagi aku ngobrol dg salah satu rekan di kantor..
ia berbicara tentang penampilanku..katanya,
”lu jangan terlalu tomboy, nanti ngga ada cowok yang suka..”
"Kalo pakai baju tuh yang cantik.." lanjutnya..
Lalu dia menunjukkanku hari ketika menurutnya aku tampil cantik sampe bikin dia (yang anaknya aj mungkin hampir seumurku) tersepona. Hari ketika aku hadir di pernikahan salah satu rekan kantor yang lain. Padahal, menurutku itu dandanan kondanganku yang paling ngawur karna aku jg harus naik bis, jadi aku pakai baju paling nyaman saja buat naik bis..
Aku cuma senyam senyum aja...
Obrolan ga jelas antara bapak-bapak dan seorang cewek yang kadang ga peduli sama penampilannya...
Kalo dipikir-pikir aku jadi tergelitik dengan tegurannya itu. bukan maksud apa-apa dia menegurku seperti itu. maksudnya cuma satu, supaya kalau aku tampil feminim, aku biar cepat laku.. jangan sampai nanti jadi perawan tua nggak laku2..
aku tertawa.. dalam hati membenarkan...
Masalah penampilan...
kadang memang kuakui aku bisa tampil cuek se cuek2nya, tomboy, dengan tampang sembarangan kayak anak cowok bandel... kadang berpenampilan seperti itu membuatku nyaman. apalagi kalau mesti bepergian sendiri ke tempat2 yang menurutku rawan, pasti aku lebih nyaman berpenampilan tomboy...
alasannya tentu saja demi keamanan.. pasti ga bakalan ad orang2 d jalan yg nggangguin.. ngapain jg nggangguin cewek dekil yg dandannya tomboy gt
ada sisi lain dalam diriku yang sengaja berpenampilan jelek, hanya dengan alasan sederhana, supaya nggak ada yg naksir.. hahahaha... sok kecakepan emang..hehe.. biarlah.. bagiku, cukup satu orang saja yg jatuh cinta padaku, tidak usah banyak2..
Nggak jarang juga kuakui aku nyaman juga berpenampilan feminim.. ada kalanya aku memang ingin tampil cantik di hadapan orang lain.. ada perasaan senang juga kalau orang lain memandangku dengan kagum.. tapi aku lebih suka jadi cewek manis hanya kalau pergi ke gereja saja... menjadi perempuan kalau bertemu dengan Tuhan.. hehehe... lagian aku juga lebih suka kalau menjadi cantik hanya di depan satu pria saja... yg benar-benar menatapku kagum, dan menyebutku cantik dengan sepenuh hatinya..
Tak perlulah aku menjadi cantik di mata orang lain, menjadi cantik di matanya saja sudah lebih dari cukup...
ia berbicara tentang penampilanku..katanya,
”lu jangan terlalu tomboy, nanti ngga ada cowok yang suka..”
"Kalo pakai baju tuh yang cantik.." lanjutnya..
Lalu dia menunjukkanku hari ketika menurutnya aku tampil cantik sampe bikin dia (yang anaknya aj mungkin hampir seumurku) tersepona. Hari ketika aku hadir di pernikahan salah satu rekan kantor yang lain. Padahal, menurutku itu dandanan kondanganku yang paling ngawur karna aku jg harus naik bis, jadi aku pakai baju paling nyaman saja buat naik bis..
Aku cuma senyam senyum aja...
Obrolan ga jelas antara bapak-bapak dan seorang cewek yang kadang ga peduli sama penampilannya...
Kalo dipikir-pikir aku jadi tergelitik dengan tegurannya itu. bukan maksud apa-apa dia menegurku seperti itu. maksudnya cuma satu, supaya kalau aku tampil feminim, aku biar cepat laku.. jangan sampai nanti jadi perawan tua nggak laku2..
aku tertawa.. dalam hati membenarkan...
Masalah penampilan...
kadang memang kuakui aku bisa tampil cuek se cuek2nya, tomboy, dengan tampang sembarangan kayak anak cowok bandel... kadang berpenampilan seperti itu membuatku nyaman. apalagi kalau mesti bepergian sendiri ke tempat2 yang menurutku rawan, pasti aku lebih nyaman berpenampilan tomboy...
alasannya tentu saja demi keamanan.. pasti ga bakalan ad orang2 d jalan yg nggangguin.. ngapain jg nggangguin cewek dekil yg dandannya tomboy gt
ada sisi lain dalam diriku yang sengaja berpenampilan jelek, hanya dengan alasan sederhana, supaya nggak ada yg naksir.. hahahaha... sok kecakepan emang..hehe.. biarlah.. bagiku, cukup satu orang saja yg jatuh cinta padaku, tidak usah banyak2..
Nggak jarang juga kuakui aku nyaman juga berpenampilan feminim.. ada kalanya aku memang ingin tampil cantik di hadapan orang lain.. ada perasaan senang juga kalau orang lain memandangku dengan kagum.. tapi aku lebih suka jadi cewek manis hanya kalau pergi ke gereja saja... menjadi perempuan kalau bertemu dengan Tuhan.. hehehe... lagian aku juga lebih suka kalau menjadi cantik hanya di depan satu pria saja... yg benar-benar menatapku kagum, dan menyebutku cantik dengan sepenuh hatinya..
Tak perlulah aku menjadi cantik di mata orang lain, menjadi cantik di matanya saja sudah lebih dari cukup...
Selasa, 01 Juni 2010
Perempuan yang Selalu Menunggumu…
Langit masih biru, masih sama seperti ketika kamu pergi
Bulan pun malam ini masih malu-malu, masih sama seperti saat kau datang
Tatkala kuhirup dalam-dalam udara fajar keesokan harinya
Aku tahu, nun jauh di sana kau juga menghirup udara yang sama
Saat angin berhembus menggelitikku,
Aku tahu, kau sedang memberi salam rindu padaku
Rindu ini kadang membuatku gila
Memimpikanmu memelukku tiap malam
Aku tau kau pun di sana merinduku
Tapi ini belum saatnya kita tuk bersama
Hanya wajahmu yang dapat ku pandang dalam anganku
Pelukanmu pun hanya dapat terngiang dalam mimpiku
Bisikan-bisikan lembutmu tak pernah pudar dalam tiap hembus nafasku
Janjimu tuk berjuang jauh di sana, mengejar mimpi kita bersama
Dan janjiku tuk selalu menunggumu pulang kembali
Hingga suatu saat nanti Tuhan memberikan kita waktu yang tepat tuk bersama
Rindu ini terkadang membunuhku
Di tiap malam-malam sepi ku tak dapat terlelap
Berharap kau sungguh nyata hadir di sisiku
Walau ku tahu, ini belum saatnya
Aku akan selalu berada di sini
Di tempat yang sama seperti ketika kau meninggalkanku
Mengejar semua mimpi kita, agar menjadi nyata
Aku percaya, suatu saat kan datang saatnya kau pulang kembali
Dan aku akan selalu menjadi perempuan yang menunggumu pulang...
Bulan pun malam ini masih malu-malu, masih sama seperti saat kau datang
Tatkala kuhirup dalam-dalam udara fajar keesokan harinya
Aku tahu, nun jauh di sana kau juga menghirup udara yang sama
Saat angin berhembus menggelitikku,
Aku tahu, kau sedang memberi salam rindu padaku
Rindu ini kadang membuatku gila
Memimpikanmu memelukku tiap malam
Aku tau kau pun di sana merinduku
Tapi ini belum saatnya kita tuk bersama
Hanya wajahmu yang dapat ku pandang dalam anganku
Pelukanmu pun hanya dapat terngiang dalam mimpiku
Bisikan-bisikan lembutmu tak pernah pudar dalam tiap hembus nafasku
Janjimu tuk berjuang jauh di sana, mengejar mimpi kita bersama
Dan janjiku tuk selalu menunggumu pulang kembali
Hingga suatu saat nanti Tuhan memberikan kita waktu yang tepat tuk bersama
Rindu ini terkadang membunuhku
Di tiap malam-malam sepi ku tak dapat terlelap
Berharap kau sungguh nyata hadir di sisiku
Walau ku tahu, ini belum saatnya
Aku akan selalu berada di sini
Di tempat yang sama seperti ketika kau meninggalkanku
Mengejar semua mimpi kita, agar menjadi nyata
Aku percaya, suatu saat kan datang saatnya kau pulang kembali
Dan aku akan selalu menjadi perempuan yang menunggumu pulang...
Langganan:
Postingan (Atom)