Kamis, 16 September 2010

pelangi hidupku yang baru



dalam suatu masa yang telah lampau
aku hanya mampu
menyusun puing puing
tanpa arti
dan belajar merangkaikannya
agar dapat terbentuk bangunan
kembali
membuka buku usang
selembar demi selembar
meniup debu dan mengusapnya
perlahan
membaca rangkaian kata
yang pernah tergores di situ
mempelajari tiap makna
dibalik semua
itu pekerjaan tanpa makna
pengisi waktu luangku
yang sedang menunggu
temanku disaat membuang bosan
dan membakar waktu
membunuh luka
puing akan tetaplah menjadi puing
dan buku usang itu pun akan tetap usang
dan hanya akan disimpan di sudut gelap
tak penting
mungkin pernah penting
tapi kini tidak lagi
masa itu sudah lama ku lewati
nyaris membuatku lupa
kalau itu pernah ada
merajut kini menjadi temanku
pembunuh sepi
merajut hati dengan sukacita
harapan dan iman
bahwa untaian benang ini
akan lebih indah lagi
lagu pun kini menjadi sahabatku
pengusir sunyi
dan menemaniku terlelap
membawaku dalam mimpi indah
hingga ku dapat bangun
dan mewujudkannya
tawa itu yang kini ada
membantuku merajut
dan merangkai lagu nan indah
meniupkannya dalam harmoni baru
esok masih ada jingga
walau biru pun belum tentu pergi
waktu terus bergulir
setidaknya sayapku tlah pulih
walau tertinggal goresan yang dalam
tapi kuanggap itu pengukir indah sayapku
setidaknya kakiku telah kuat
bahwa langkahku akan lebih indah
dan tanganku telah dituntunNya
ke arah yang benar
menggoreskan lukisan yang baru
dalam suatu nuansa
pelangi hidupku yang baru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar