penampilannya sedikit nyentrik ketika pertama kali gw bertemu dengannya. berbadan gelap, dengan postur tubuh tidak terlalu tinggi, tak beda jauh dengan gw lah, selalu mengenakan jeans kedodoran, menggendong ransel, dan gak ketinggalan asesorisnya yang ramai.. gelang besar-besar menghiasi lengannya, anting, kalung dengan rantai besar dan bandul plat baja yang membentuk namanya DONI dan rantai-rantai bergelantungan di celananya... Ya.. asesoris itulah kebanggaannya.. modal promosinya yang sederhana.
siapakah Doni?
dia adalah pedagang sekaligus pengrajin perhiasan dari baja putih di KRL Ekonomi yang biasa gw tumpangi. yang menarik darinya sebelum gw mengenalnya secara langsung adalah, dia gak berkeliling menjajakan dagangannya dari gerbong satu ke gerbong lain seperti layaknya pedagang lainnya di kereta ini. dari sejak gw naik kereta di tanah abang, sampai gw turun di pondok ranji, dia gak pernah bergeser dari satu pelanggannya saja. ya.. hanya "mangkal" di satu tempat saja... pelanggannya lah yang berkerumun mencari dia...
suatu hari, gw dan teman2 iseng melihat barang dagangannya yang digantung gak jauh dari tempat gw berdiri. barang dagangannya, yang tak lain tak bukan adalah hasil kerajinannya sendiri, di display dengan sederhana di rak portable dari besi yang bisa dibawa kemana-mana. yang selalu dia gantung di satu tempat saja. dagangannya berupa perhiasan pria-wanita pada umumnya.. kalung, gelang, anting dengan berbagai bentuk dan kreasi. ada juga cincin yang nggak dia pajang tapi disimpan di ranselnya, hanya dikeluarkan kalau ada yang menanyakan...
sambil kita melihat-lihat, mulailah dia berpromosi.. menerima pesanan berbagai bentuk perhiasan. liontin, gelang... semua perhiasannya terbuat dari baja putih. aseli buatan tangannya sendiri. garansi seumur hidup. rusak, bisa diganti... bosan bisa tukar... hari ini pesan, besok bisa jadi. perhiasannya kalau masih baru memang sedikit kusam, efek dari pembakaran, katanya, tapi kalau sudah dipakai berkali-kali, apalagi dipakai mandi dan kena sabun, akan jadi mengkilat, mirip-mirip dengan emas putih.. dan pastinya nggak bakalan menghitam."mata" yang dipakai untuk perhiasannya juga yg kualitas baik. dipasang dengan kuat dan dijamin nggak bakalan lepas. dibakar pun ngga meleleh karna bukan plastik. soal harga.. dijamin miring semiring miringnya.. tinggi rendahnya harga tergantung dari kualitas dan banyaknya "mata" yang dipakai dalam perhiasannya...
untuk harga kalung berkisar dari 10rb-30rb, anting 10-20rb, gelang 5-20rb, dan kalau pesanan khusus lebih bervariatif lagi harganya... mau sablon nama di gelang? tambah 7rb saja, tapi kalau sudah pakai nama dah ngga bisa tukar lagi...
dan sepanjang perjalanan, dia hanya mangkal di dekat gw berdiri, mempromosikan karyanya, memberikan jaminan, dan sebagainya dengan gaya santainya. dan yang menarik lagi adalah.. setiap berhenti di stasiun palmerah dan kebayoran lama, sudah ada pelanggan tetapnya yang mencari dia. WOW...!!! gw lihat ada yang borong berbagai asesoris, katanya titipan dari teman kantornya. gile.. pelanggannya ga cuma penumpang KRL tapi juga temen-temennya penumpang KRL.. mereka pun dah dengan akrabnya berbincang dengan Doni..
dari Doni gw bisa belajar marketing sedikit-sedikit... dari cara dia menservis pelanggannya, memberikan barang-barang yang berkualitas, memberikan garansi buat barang-barang pesanannya, menganggap pelanggan adalah teman, dan dia berpromosi gak usah repot-repot banyak omong.. lihat dan buktikan sendiri hasilnya.. pelanggan puas dan mereka akan datang sendiri....
sukses buat kau, Don:D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar