![]() |
| sumber dari http://herentinbeeld.be/tag/misdienaars/ |
Bacaan lebih banyak yg gw ingat dan gw resapi dengan baik. Kotbah pastor jg lebih banyak yang masuk ke kedua kuping gw dan nggak keluar-keluar lagi dari kuping gw yg lain. Lebih banyak waktu hening yang bisa gw lakuin dan bisa gw nikmatin.
Ada satu hal yang selalu gw nikmati selama di gereja. Interaksi pastor dengan putra putri altarnya di altar. Bagaimana rasanya berada di altar, melayani pastor melaksanakan misa. Pada jaman gw kecil, di gereja gw nggak ada misdinar perempuan/ putri altar, makanya gw nggak bisa mendaftar jadi misdinar/putri altar. Saat umur gw dah melewati batas menjadi misdinar, baru ada kebijakan baru menerima putri altar. Alhasil, gw ga pernah menikmati yang namanya jadi misdinar.
Rasanya kayaknya keren aja gitu, mondar mandir di altar mempersiapkan misa, duduk di samping pastor dan bisa dekat dengan pastor. Ada suatu kebanggaan tersendiri kalau gw bisa melayani Tuhan dengan cara itu. Rasanya kita bisa lebih dekat dengan Tuhan.. karena seolah-olah Tuhan itu ada d altar, sedang memandang kita umatNya. Tapi apa mau dikata, emang gw belom berjodoh untuk menikmati saat-saat melayani Tuhan dengan jadi misdinar. Paling ngga, gw bisa menikmati para putra-putri altar itu yang sekarang melayani Tuhan di altar... kadang yg masih baru-baru suka salah-salah.. saling gugup atau bingung mau ngapain di altar... Untung pastornya sabar-sabar.. hehehe..
Semangat ya adek-adekku sekalian dalam melayani Tuhan.
*Putra altar atau misdinar (yang berarti 'asisten misa' dari bahasa Belanda misdienaar) adalah mereka yang membantu Imam saat mengadakan Perayaan Ekaristi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar