“Kita dibentuk dari apa yang kita cintai”
JOHANN WOLFGANG VON GOETHE
Saat membaca qoute ini aku jadi teringat dengan seorang yg kucintai dan beruntungnya, juga mencintaiku. Aku menyadari bahwa kita saling membentuk diri kita masing-masing, melebur menjadi satu agar tercipta suatu simponi yang hanya kita sendiri yg mengerti maknanya.
Cinta itu misteri. Dan menurutku hanya si empunya alam semesta sajalah yang mengerti definisinya secara akurat. Tp kita manusia pun masi boleh mereka-reka maksud dari cinta berdasarkan imaji kita masing2. saat aku mencintai kameraku, aku merasa dibentuk oleh kameraku. Diajarkan bagaimana menjadi seorang fotografer, peka terhadap sgala objek-objek yang menarik untuk diabadikan. Saat aku mencintai lelakiku. Aku pun dibentuk untuk menjadi seorang wanita yang terbaik untuknya. Diajarkan bagaimana aku dapat menjaga cinta itu dan membahagiakan dirinya. Tanpa kusadari, aku merasa saat ini pun seluruh alam semesta pun membantu membentukku menjadi yang terbaik untuknya. Aku menganggapnya sebagai sebuah restu dari alam. Aku pun dapat merasakan bagaimana lelakiku berjuang demi membahagiakanku. Saat ini suara hati kamilah yang berbicara. Dia mungkin sudah menemukan jawaban dari pertanyaannya. Sedangkan aku masi berada dalam zona abu-abu kebimbangan atas pertanyaanku. Mungkin memang inilah saatnya aku harus keluar dari zona ini.
Aku pun kemudian melihat. Jika manusia bisa berubah demi orang atau sesuatu yang dicintainya, jika manusia bisa terbentuk dari apa yg dicintainya. Maka selayaknya kita pun memilih cinta kita pada hal yang putih dan baik saja. Maka hidup kita pun juga akan menjadi lebih putih dan baik. Hal-hal positif yang kita cintai, akan membentuk diri kita pada suatu kepositifan dengan sendirinya. Maka aku pun mulai belajar mencintai hal-hal sederhana. Aku mencintai matahari terbit, panas yang menusuk, hujan badai, petir yang menggelegar. Aku mulai belajar mencintai keheningan dan keramaian. Belajar mencintai arti kebersamaan, kehadiran, komunikasi. Belajar mencintai hal dari yang sederhana, dan memupuknya menjadi sesuatu yang luar biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar