Pada setiap perjalanan gw naik gunung, gw menemukan berbagai macam jenis teman seperjalanan... mulai dari teman seperjalanan yang menyenangkan, sampai yang egois dan meninggalkan kita di belakang... banyak jenis manusia yang pada akhirnya terlihat sisi aselinya saat berada di gunung... yang membuat gw berkata dalam hati... "cukup tau aja, jung" mana orang-orang yang memang tulus pada gw dan mana yang palsu.
Dalam perjalanan hidup gw pun gw menemukan berbagai jenis manusia yang juga gw sebut teman seperjalanan. kita sama2 berjalan di jalan setapak kita masing-masing, dengan tujuan hidup yang pasti berbeda, tapi yang jelas tentu saja mengarah ke kebahagiaan.. entah bagaimana itu bentuknya. dalam perjalanan, entah itu naik gunung atau perjalanan hidup, gak jarang kita menemukan hambatan dan rintangan... entah jalan yang terjal dan harus di daki, jalan berbatu, jalanan yang curam, pohon besar yang tumbang yang merintangi jalan, yang harus kita lompati atau kita lewati dari bawahnya... ada teman yang setia berada di sisi kita, ada pula yang merasa kuat dan mendahului langkah kita... tak jarang yang tidak menyukai kita justru menjegal kita atau memberi jebakan agar kita terjatuh...
Tapi ada satu teman seperjalanan yang terkadang sering gw lupakan.. Dia teman yang setia, yang nggak pernah ninggalin gw kalo gw lagi berhenti sejenak untuk berisitirahat karena kelelahan. Dia jg ngga akan mencela dan mencerca gw kalo gw lagi benar-benar dalam keadaan kepayahan, mungkin Dia jg yang akan membantu membawakan beban gw. kalau gw lagi semangat berjalan, Dia juga yang ikut menyemangati langkah gw agar tak menjadi goyah.
Terkadang kehadiranNya sebagai teman seperjalanan kita, sering tidak kita sadari. dalam perjalanan yang melewati rintangan, kita sering ngerasa kalau kita berjalan sendirian, dam semua teman meninggalkan kita.. padahal ada satu yang masih tetap setia, dan selalu setia menemani kita. Dia adalah Tuhan kita Yesus. Hati dan pikiran kita sering terpusat pada masalah hidup duniawi kita, sehingga kita melupakanNya, lupa bahwa Dia selalu menyertai kita di sepanjang perjalanan hidup kita. Sama seperti Kleopas dan temannya saat dalam perjalanan ke Emaus, hati dan pikiran mereka terlalu terpusat pada kesedihan mereka atas kematian Yesus, sehingga tanpa mereka sadari, mata mereka telah tertutup dan tak menyadari bahwa Yesus telah menjadi teman seperjalanan mereka. Padahal sepanjang perjalanan mereka berbincang bersama, hati mereka begitu berkobar-kobar saat Yesus menjelaskan tentang kitab suci pada mereka. Mata mereka baru terbuka saat Yesus memberkati dan memecah-mecah roti...
Seperti yang terdapat dalam injil minggu lalu... gw pun lantas tersadarkan diri... bahwa selama ini gw selalu merasa takut, gelisah dan cemas menghadapi apa yang akan terjadi di depan gw, sudah takut duluan membayangkan apa yang akan terjadi di perjalanan hidup gw nanti... gw lupa, bahwa Tuhan Yesus senantiasa menyertai gw di setiap perjalanan gw, membantu dan menuntun langkah gw, dsaat gw merasa penat dan takut, mendampingi gw disaat gw takut untuk melangkah...
Gw pun lantas mencoba untuk selalu mengingat Dia dalam perjalanan gw, menyadari kehadiranNya di samping gw selama perjalanan ini... Dia akan selalu menemani perjalanan gw, dan tak akan membiarkan gw terjatuh dan berada di jalan yang salah...
Sudahkan kita menyadari bahwa Dia sedang berjalan bersama kita??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar