suatu hari di bulan november aku pergi ke RS untuk kontrol bulanan juniorku. sore itu aku pergi dengan kribo ke RS setelah pagi harinya kami sampai di jakarta setelah menempuh perjalanan dengan kereta malam dari solo. agak kaget ketika hasil tensiku sangat tinggi. 170/100, padahal biasanya tensiku selalu normal. sore itu kami cek denyut jantung junior apakah terpengaruh tensi tinggiku atau tidak. aku juga di cek urin. hasilnya masih baik. denyut jantung junior masih normal, gerakannya juga masih bagus, hasil tes urinku juga masih baik. usia junior sudah 31 minggu.
minggu berikutnya harus kontrol lagi mengingat tensiku masih tinggi. selama seminggu aku diberi obat hipertensi dan mesti rutin mengontrol tensi. hasil seminggu kemudian masih tetap sama. 170/100. padahal sebelumnya di rumah aku tensi ke dokter tetangga sudah turun sampai 135/90. serangkaian tes dilakukan lagi seperti minggu sebelumnya. mengecek denyut jantung junior plus gerakannya-yang hasilnya agak kurang bagus sehingga harus mengulang lagi tesnya.
seminggu kemudian tepatnya di usia kehamilan 33 minggu 5 hari, saat itu hari kamis, 12 desember 2013, aku kontrol lagi untuk yang ketiga kalinya sekaligus mengecek hasil lab minggu lalu yang belum sempat diambil. dan hasilnya tekanan darahku tetap 170/100 dan terdapat kadar protein dalam urinku, +1, yang artinya aku sudah terkena pre eclampsia ringan. hasil dari USG juga memperlihatkan bahwa janin yang ku kandung tidak mengalami perkembangan berat badan selama seminggu terakhir, dikarenakan juga adanya pengentalan dalam darahku sehingga asupan nutrisi untuk janin pun terhambat. dokter langsung menyarankanku untuk di rawat selama 2 hari untuk memberikan obat pematangan paru untuk junior karena akan ada kemungkinan dia lahir sebelum waktunya, sehingga setelah diberikan obat pematangan paru, dia akan siap dilahirkan ke dunia ini. dengan menegarkan hati aku pun dirawat di rumah sakit. saat itu kribo sedang berada di laut dan tidak dapat sinyal. akhirnya aku menelepon atasannya untuk mengabarkan bahwa aku di RS dan kalau bisa kribo untuk dipulangkan. hasilnya sesuai dugaanku, kapal baru ada hari sabtu, jadi kemungkinan terbesar kribo baru bisa pulang hari sabtu. kamis malam suamiku akhirnya meneleponku dengan akses telepon satelit dari barge tempatnya bekerja. untuk pertama kalinya aku mendengar suaranya, aku begitu ingin menangis. lega. hanya satu yang aku tahu, aku tak perlu takut akan apapun karena aku punya suami yang luar biasa, dan tentunya aku punya Tuhan yang Maha Baik. kribo menguatkanku. sekitar jam 1 pagi aku buka notification dari FB ku dan mendapat pesan darinya kalau ia dapat tumpangan jumat, aku dan junior semoga dapat bersabar menunggunya.
selama di rumah sakit aku terus dipantau tekanan darahku juga lab dan urinku. hasilnya kadar albumin atau protein dalam urinku sudah +3 yang artinya aku sudah terkena pre eklampsia berat yang akan memicu eklampsia. secara fisik, aku sama sekali nggak menandakan terkena pre eklampsia yang ditandai dengan bengkaknya anggota tubuh terutama kaki, nyeri ulu hati, sakit kepala berlebihan. tetapi saat subuh menjelang tekanan darahku meningkat dan aku mengalami nyeri kepala hebat. obat hipertensi dosis tinggi pun tak mampu meredam nyerinya. tekanan darah ku mencapai 190. menjelang pagi sakitnya sudah berkurang dan secara fisik aku kembali merasa sehat. jumat malam menjelang subuh lagi-lagi tekanan darahku melonjak lagi, tapi kali ini tak dibarengi dengan sakit kepala. malam ini kribo sudah menemaniku. entah kenapa melihatnya hatiku sedikit lebih tenang. bersamanya, tak akan ada yang kutakutkan.
sabtu siang dokter memeriksa janinku lewat USG, sebelumnya dia bermaksud menterminasi kehamilanku, dengan kata lain mengoperasiku hari itu juga kalau tidak ada perkembangan dari janinku. katanya lebih baik janinnya dikeluarkan daripada dia tidak dapat menerima asupan nutrisi dariku. Puji Tuhan dalam dua hari ini dia mengalami perkembangan berat badan sehingga dokter memutuskan untuk menunda operasi dan mempertahankan janinku selama mungkin di dalam kandungan.
mungkin saat itu adalah malam minggu yang paling menegangkan dalam hidupku. sepanjang malam alarm alat pengukur tekanan darah yang terpasang di tanganku berbunyi terus setiap setengah jam sekali, menandakan tekanan darahku sangat tinggi. ya, selalu diatas 170. kepalaku rasanya berat dan rasanya tak dapat lagi membuka mata. bawaannya selalu mengantuk. entah tiap berapa jam aku dibangunkan untuk diberikan obat hipertensi. entah berapa kali aku selalu mendengar alarm tanda tekanan darahku tinggi. kribo pun nyaris tak tidur menungguiku.
minggu pagi dengan kondisi tekanan darahku yang tak pernah turun dan cenderung naik, akhirnya dokter memutuskan untuk mengoperasiku, demi keselamatanku dan bayiku. rekor tekanan darahku mencapai 230/100. saat itu ketenangan yang biasanya kumiliki rasanya menguap entah kemana. yang kupikirkan hanyalah bagaimana dengan bayiku. beratnya bahkan tidak mencapai 2kg. mampukah dia bertahan??
hanya dengan doa saja aku dapat menjadi kuat. dengan didampingi Bunda Maria dan Tuhan Yesus aku yakin aku mampu melewati semua ini baik-baik saja.
saat aku hamil, aku pernah membayangkan seperti apa nanti aku melahirkan. normal kah? atau caesar kah? aku membayangkan saat hari yang dinanti kelak aku akan ingat untuk berdoa dulu sebelum persalinan. dan ternyata kenyataannya aku memang penuh doa sebelum operasiku...
minggu, 15 desember 2013, pukul 14,45 telah lahir ke dunia dengan sehat puteraku, setelah melalui proses persalinan caesar...
Puji Tuhan semuanya berjalan lancar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar