setelah post sebelumnya aku curcol proses persalinanku, sekarang aku akan copy paste tentang pre eclampsia nya dulu
diambil dari http://www.blogdokter.net/2009/02/17/preeklampsia-dan-eklampsia-pada-kehamilan/
Media massa saat ini sedang dihebohkan oleh berita
seorang ibu yang tiba tiba lumpuh dan kejang kejang setelah menjalani
operasi sesar. Berbagai tanggapan muncul, ada yang menganggap hal
tersebut sebagai sebuah malpraktek, ada pula yang menganggap hal
tersebut sebagai komplikasi dari penyakit hipertensi pada kehamilan atau
eklampsia. Sebelum ikut ikutan beropini, lebih baik kita pahami dulu
apa yang dimaksud dengan preeklampsia dan eklampsia.
Apakah preeklampsia itu?
Preeklampsia atau sering juga disebut toksemia adalah
suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap wanita hamil. Penyakit ini
ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan
kadar protein di dalam urine. Wanita hamil dengan preeklampsia juga
akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Preeklampsia umumnya
muncul pada pertengahan umur kehamilan, meskipun pada beberapa kasus ada
yang ditemukan pada awal masa kehamilan.
Apakah eklampsia itu?
Eklampsia merupakan kondisi lanjutan dari
preeklampsia yang tidak teratasi dengan baik. Selain mengalami gejala
preeklampsia, pada wanita yang terkena eklampsia juga sering mengalami
kejang kejang. Eklampsia dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian
baik sebelum, saat atau setelah melahirkan.
Apa yang menyebabkan preeklampsia dan eklampsia?
Penyebab pasti dari kelainan ini masih belum
diketahui, namun beberapa penelitian menyebutkan ada beberapa faktor
yang dapat menunjang terjadinya preeklampsia dan eklampsia. Faktor
faktor tersebut antara lain, gizi buruk, kegemukan dan gangguan aliran
darah ke rahim.
Apa saja faktor resiko terjadinya preeklampsia?
Preeklampsia umumnya terjadi pada kehamilan yang
pertama kali, kehamilan di usia remaja dan kehamilan pada wanita diatas
40 tahun. Faktor resiko yang lain adalah :
-
Riwayat tekanan darah tinggi yang khronis sebelum kehamilan.
-
Riwayat mengalami preeklampsia sebelumnya.
-
Riwayat preeklampsia pada ibu atau saudara perempuan.
-
Kegemukan.
-
Mengandung lebih dari satu orang bayi.
-
Riwayat kencing manis, kelainan ginjal, lupus atau rematoid arthritis.
Apa saja gejala preeklampsia yang patut di waspadai?
Selain bengkak pada kaki dan tangan, protein pada
urine dan tekanan darah tinggi, gejala preeklampsia yang patut
diwaspadai adalah :
-
Berat badan yang meningkat secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh.
-
Nyeri perut.
-
Sakit kepala yang berat.
-
Perubahan pada refleks.
-
Penurunan produksi kencing atau bahkan tidak kencing sama sekali.
-
Ada darah pada air kencing.
-
Pusing.
-
Mual dan muntah yang berlebihan.
Apakah setiap wanita hamil yang kaki tangannya bengkak menderita preeklampsia?
Beberapa wanita hamil yang normal dapat mengalami
pembengkakan pada kaki dan tangan. Tetapi jika bengkak yang timbul tidak
mengecil saat istirahat dan ditambah dengan gejala yang saya sebutkan
diatas, maka sebaiknya anda segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan
lebih lanjut.
Bagaimana efek preeklampsia pada bayi?
Preeklampsia dapat menyebabkan gangguan peredaran
darah pada plasenta. Hal ini akan menyebabkan berat badan bayi yang
dilahirkan relatif kecil. Selain itu, preeklampsia juga dapat
menyebabkan terjadinya kelahiran prematur dan komplikasi lanjutan dari
kelahiran prematur yaitu keterlambatan belajar, epilepsi, sereberal
palsy, dan masalah pada pendengaran dan penglihatan.
Bagaimana mengobati preeklampsia dan eklampsia?
Pengobatan preeklampsia dan eklampsia adalah
kelahiran bayi. Preeklampsia ringan (tekanan darah diatas 140/90 yang
terjadi pada umur kehamilan 20 minggu yang mana wanita tersebut belum
pernah mengalami hipertensi sebelumnya) dapat dilakukan observasi di
rumah atau di rumah sakit terggantung kondisi umum pasien.
Jika umur bayi masih prematur, maka diusahakan
keadaan umum pasien dijaga sampai bayi siap dilahirkan. Proses kelahiran
sebaiknya dilakukan di rumah sakit dibawah pengawasan ketat dokter
spesialis kebidanan. Jika umur bayi sudah cukup, maka sebaiknya segera
dilahirkan baik secara induksi (dirangsang) atau operasi.
Untuk preeklampsia berat lebih baik dilakukan
perawatan intensif di rumah sakit guna menjaga kondisi ibu dan bayi yang
ada di dalam kandungannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar