
Lagi baca buku karangan mba Anjar, yg judulnya "Apa kabar Kang Je"
dalam buku itu, diceritakan tokoh utamanya begitu akrab dengan Tuhan Yesus
yang biasa disapanya "Kang Je"
dalam buku itu menggambarkan kedekatan kita (manusia)
dengan Tuhan yang tak lain adalah Kristus sendiri
Tuhan diibaratkan sebagai teman, sahabat, kakak, kekasih, Bapa...
dimana kita bisa bebas berbincang-bincang denganNya
Dia juga digambarkan dengan sangat manusiawi,
berbincang denganNya bisa dalam keadaan senang,
duduk santai sambil minum kopi,
berbincang sambil memandang keindahan senja
kadang juga saat menangis dan terluka, Ia datang memeluk dan menenangkan
saat marah juga Ia menerima omelan
tetapi Ia selalu dihadirkan dengan penuh kasih
dan kesempurnaanNya
Lain mba Anjar, lain pula diriku
kalau beliau memanggil Tuhan Yesus dengan sebutan Kang Je
aku memanggil akrab Tuhanku dengan sebutan "Mas Kris"
aku juga sering berbincang denganNya
walaupun tak se-nyata seperti yg dilukiskan mba Anjar
namun kehadiranNya juga seperti Kakak, Sahabat
yg selalu menerima segala ocehanku
dan tak jarang menegurku lewat bisikan-bisikan lembutNya
belakangan pun aku semakin diberkati
dengan diberikan dua "mas Kris" yang selalu menemani hidupku
apapun sebutanNya
Kang Je ataupun Mas Kris
sebutan akrab Tuhan Yesus Kristus yang kita berikan kepadaNya
hanyalah sebagai sebuah simbol
prasarana untuk mendekatkan diri kita
kepada Sang Kuasa
bukan hanya menempatkan Dia sebagai Pencipta Yang Maha Kuasa
sebagai sosok yang menakutkan
yang membuat kita sungkan berbincang denganNya
tapi menempatkan Dia sebagai sosok Bapa
sahabat, teman, kakak
dimana kita dapat dengan akrab, mesra, bermanja-manja
merasa nyaman berbincang denganNya tentang segala hal
Dia sudah tahu segalanya tentang kita
tetapi rasanya juga kita perlu mengungkapkan isi hati kita sendiri
langsung kepadaNya...
I love you, Mas Kris...
Forever
Tidak ada komentar:
Posting Komentar