kicau burung membangunkan ku
membawaku ke alam sadar
hawa dingin menyeruak
menyelinap di balik bajuku
membelai kulitku hingga kurasakan gigil
perlahan ku buka mata
mengembuskan sisa-sisa letih
dan menghirup mimpi baru
yang menanti tuk dijadikan nyata
sayup terdengar suara adzan subuh menggema
hening
sunyi
menari-nari dalam alam pikiranku
hamparan padang rumput nan luas
telah menyelimuti malamku
dengan tabur bintang di semesta
menjadi atapku
surya kencana tersenyum padaku
gigil pun tak mampu merusak
eksotisme fajar
celoteh burung memaksaku melebarkan mata
memandang matahari yang masi malu malu
mengintip di balik bukit
diam diam sepoi membelaiku
mengajak gigi geligiku menari
gemelutuk
fajar dalam alam mimpiku
membawaku lebih jauh ke alam sadar
tanah tempatku berbaring
nampak senyaman pembaringan di sudut kamarku
desah angin pun berubah jadi bisik kipas angin
perlahan ku matikan suara burung
dari si hitam kecil yang bersuara
arrrgghh....
dan aku pun masih ada di sudut kamar ini
hamparan padang edelweis itu melayang-layang
kembali ke alam mimpiku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar