cerita ini bermula dari pesan seorang teman lama di FB gw yang sedang bekerja di negeri orang, menanyakan apa gw ada acara nggak sabtu kemarin (5/3). dia meminta bantuan gw untuk datang ke sebuah pesta pernikahan, mantan gebetannya, menyelinap masuk dan memotret acara pernikahan itu. pengantennya, keluarganya, souvenirnya, dan segala yg bisa difoto karna ia sungguh penasaran akan seperti apa acara pernikahan mantan gebetannya itu. sebelumnya gw sudah mewanti-wanti, kalau melihat foto itu tak akan ada banyak gunanya, toh dia jg sudah menjadi suami orang dan sudah saatnya dia untuk move on, mencari pria lain yg memang pasangan hidupnya. sudah saatnya dia untuk merelakan. tapi mengingat gw pun tau bagaimana rasanya sakit hati, semua orang punya cara masing-masing untuk memulihkan diri dari patah hati. ada yang dapat bangkit dalam waktu singkat, ada pula yang masi berlarut-larut dalam duka yang tak kunjung padam. dan teman gw ini, sampe niat cari kerja di negeri seberang, hanya supaya demi jauh dari gebetannya itu dan tak usah melihat pria itu d hari pernikahannya. WOW. suatu bentuk penyembuhan patah hati yang lumayan drastis, karna dia benar-benar pergi dr kehidupan pria itu sejauh-jauhnya.
pun awalnya gw ragu untuk mengiyakan, karna kalau nggak ada temen, lucu aja mesti "menyelinap" sendirian d pesta yg tak dkenal begitu. maka, gw berjanji akan memenuhi permintaannya kalo berhasil dapat teman. niat hanya bermodal kamera HP pun gw urungkan dan gw ganti dg membawa kamera DSLR kesayangan. itung-itung "job" motret gratis buat nambah daftar pengalaman. apapun itu, gw anggap proyek patah hati ini adalah sesuatu yang baru. maka dengan berbekal sebuah janji... janji dari gw kalau dapat teman akan membantunya, dan janji dari dia, sesudah ini akan benar-benar menutup buku dan mulai membuka lembaran baru...
sabtu sore gw sudah berdandan rapi dan menunggu seorang teman yang akhirnya bersedia menemani gw pergi. katanya, dengan membantu proyek patah hati orang lain, ini adalah salah satu bentuk pemulihan diri kita sendiri dari patah hati yang pernah kita alami. hmmm.. mungkin bener juga. biarpun penyakit gw itu udah lama berlalu dan bagi gw sudah sembuh, tapi, sebagai suatu bentuk solidaritas sesama perempuan yang ditinggalkan cowok gak penting n gak gentleman, maka itu akan sangat membantu memuaskan hati gw jg.
gw bertemu dengan temen gw d tempat yang sudah kita tentukan sebelumnya. langsung masuk gedung yang bersangkutan di daerah sudirman, dan bergegas menuju tempat resepsi berlangsung. jujur, hati gw jadi degdegan. belom pernah gw menyelinap dan menjalankan misi macam ini. pintu lift terbuka dan... lho kok sepi?
astaga... kami masuk di gedung yang salah. hahaha... satu lagi poin gila yg sudah kita lakukan hari ini. turun dan pasang gaya percaya diri, kami lalu berjalan menuju gedung yg seharusnya.
beruntung acara masih belum mulai, jadi gw bisa mengabadikan seluruh prosesi pernikahannya dengan lengkap. resepsinya bisa dibilang meriah, dengan karangan ucapan selamat yang berderet disepanjang pintu masuk dan gaya pesta yang terlihat mewah, bisa dibilang kalau pengantinnya dari kalangan orang yang berada. wow, bukan pesta pernikahan yang gw impikan... terlalu mewah, tamu yang banyak tapi berkesan dingin... nampak berkesan pesta pernikahan kelas atas yang hanya untuk kepentingan bisnis semata. tapi overall, proyek gw berhasil berat, temen gw di negeri seberang sana puas dengan hasil jepretan gw yg cuma bermodalkan fix lens tanpa lampu blitz sama sekali. yeay!
akhir kata, hidup yang kita alami, pahit, manis, jatuh cinta, patah hati, semua ada dalam garis kehidupan kita dan terjadi karena suatu alasan. Tuhan tak mungkin merancang segala kisah dalam hidup kita tanpa ada alasan tertentu. mungkin kita memang harus merasakan pahitnya disakiti dan tercampakkan, namun kemudian kita akan dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari itu semua. bahwa hidup kita lebih berharga daripada meratapi nasib kehilangan orang yang kita cintai. percaya, kalau dia bukanlah yang terbaik untuk kita dan di luar sana, ada pria yang jauuuh lebih baik dari orang yg mencampakkan kita itu, dan dia telah menunggu untuk kita "temukan". dan percaya, kalau dia memang tidak layak mendapatkan cinta kita. we deserve better...
move on girl... di luar sana, ada pria yang jauh lebih baik, lebih tampan, lebih pas untuk kita... :)
Tuhan selalu menjadikan segalanya indah pada waktuNYA... tugas kita hanya bersabar menunggu kapan waktuNYA tiba...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar