Selasa, 22 Maret 2011

menanti hujan menjemputku


terik lelah berkeringat
menghentak penatku
bilur-bilur peluh menggentayangi
tarian ini tak berarti
terik lelah menyesakkan
mencengkeram nafasku

kurindukan titik hujan
dalam sejuk peluknya
membelaiku dalam cinta
kurindukan ricik airnya
membisikkan kata cinta
kurindukan tarian tetesannya
dalam simfoni yang tak terlukis

aku tetap diam di sini
merindu, mendamba
menanti hujan menjemputku
memeluk rapat senyumku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar