Pada jaman gw kecil dulu, gw suka banget main layangan. Gw suka menerbangkannya, melihatnya menari-nari ditiup angin. Tapi ternyata main layangan tuh nggak semudah yang gw bayangkan. Semakin tinggi layang-layang itu terbang, semakin kencang juga angin meniupnya, dan semakin sulit juga kita mengendalikannya.
Berhubung gw anak cewek, dan pastinya malu kalo beli layangan, akhirnya gw memilih membuat sendiri layang-layang gw, ato main layangan dari layang-layang temuan yang suka nyangkut di pohon depan rumah. Gpp, yang penting bisa main layangan.
Lain lagi setelah gw beranjak besar... dimana genteng rumah gw nampaknya dah gak kuat lagi menopang badan gw kalo gw masi aja pecicilan main layangan di atas genteng.. gw cukup menjadi penikmat dan pemerhati para pemain layangan. Gw perhatikan, ternyata main layangan itu musiman. Kalo lagi musimnya, kita bisa lihat di langit penuh dengan layang-layang yang terbang melambai-lambai tertiup angin. Pemainnya juga beragam, dari anak2 sampai remaja. Dan yang paling seru lagi, kalo ada yang lagi ngadu layangan. Barangsiapa yg putus layangannya, itulah yang kalah. Benang layangannya pun bukan sembarang benang, kalau mau kuat dan tidak terkalahkan di langit, mesti pakai benang khusus. Wuidiiihh.... Dan kalau ada layang-layang yang putus, biasanya anak2 kecil pada berlombaan mengejar layangan putus itu. Sampai kadang nggak memperhatikan jalan, manjat pager, manjat pohon, apa pun penghalang diterabasnya, yang penting bisa dapetin layangan yg putus itu.
Pagi ini, saat gw lagi berjalan ke stasiun, kebetulan gw menengadah ke langit. Kebiasaan gw memang untuk menikmati lukisan langit. Tapi kali ini yang gw temukan bukanlah layang-layang. Bukan pula awan yang bergumpal-gumpal dengan bentuk menarik. Tapi yang gw temukan adalah pesawat terbang. Pesawat terbang biasa sih. Pesawat terbang pada umumnya yang melintas diatas kepala gw. Dan entah mengapa, spontan gw mempercepat langkah gw, setengah berlari, seolah ingin mengejar pesawat itu. Gayanya seolah pesawat itu macam angkutan umum.. yang kalo kelewatan bisa dikejar dan ditepokin.. maka nanti dia akan berhenti nungguin kita.. hehe...
Agak gila emg.. tapi mengejar pesawat.. dimana itu adalah sesuatu yg mustahil, bagi gue layaknya mengejar mimpi. Ada kalanya mimpi kita dianggap mustahil, bahkan nampaknya nggak mungkin diwujudkan. Orang lain bahkan memperolok mimpi kita. Tapi kalo gw lihat Agnes Monica, jaman dia mimpi pingin go internasional, dmn orang mencemoohnya dan bahkan dulu mungkin memandangnya sebelah mata, nyatanya kini dia bisa mewujudkan impiannya.
Mimpi itu gratis. Layaknya kita mengejar pesawat terbang. Gratis. Semua orang bebas bermimpi.. mulai dari yang mustahil sampai yang paling mudah diwujudkan. Perihal mimpi itu berhasil terwujud atau tidak, itu tentu aja balik dari usaha kita masing2. Kita mau bangun dan mewujudkan mimpi itu, atau tetap tidur dan meneruskan mimpi. Dan jikalau kita pun pada akhirnya tidak dapat mewujudkan mimpi itu, yang penting toh kita sudah berjuang mati-matian sampe titik darah penghabisan.
Mengejar pesawat memang mustahil. Sampai kita berjuang mati-matian memang pesawat itu tak akan berhenti dan mendarat, demi mengangkut kita. Tapi daya dan usaha yang telah kita lakukan itulah yang menjadi nilainya:)
awwww tulisan yg bagus...bener bgt yg lo bilang di blog ini. Retweet aahh!!!
BalasHapusauw.. jadi mo malu.. makaci ya nu...
BalasHapus