Selasa, 18 Agustus 2009

Tomorrow’s Journey

18 Desember 2008
sebelum pendakian pangrango..


Tak berani berharap
Tak berani berpikir
Tak berani memimpikannya
Ku hanya melakukannya dengan hati kosong
Tanganku gemetar dan dingin
Jantungku berdebar kencang
Dan hati kecilku berbisik...
Inilah saatnya
Saat untuk berjumpa dengan yang tercinta
Setelah sekian lama ku memimpikannya
Hanya mampu memandanginya dari kejauhan
Hanya sanggup mencumbu ujung kakinya
Sekarang ku dapat kesempatan
Tuk bercinta dalam padang eloknya
Dan kuharapkan cintaku kan diam menetap dalam lembah terdalamnya
Sama ketika semua pecinta lainnya menambatkan hatinya
Di setiap desir angin dan pelukan senyapnya

Tak berani berharap
Tak berani berpikir
Dan tetap juga tak berani memimpikannya
Tak berani pula percaya
Bahwa inilah saatnya
Menyambut cintanya yang telah setia menungguku
Yang selalu berbisik memanggilku dalam pesona dan keagungannya
Dan membuatku tak dapat lagi memalingkan wajahku
Dengan cintanya pula kini ku akan memantapkan langkahku
Membulatkan tekadku

Pangrango dan keeksotisan lembah mandalawangi
Terima kasih sudah menungguku
Berbulan lamanya
Kau tetap memegang janjimu tuk selalu menantiku
Menerima dan menyambut hangat cintamu
Esok aku kan datang ke dalam pelukmu
Dan kuterima sejuk tubuhmu menyelusup dalam relung-relung tubuhku
Sambut aku dan ijinkan ku menapaki jalanmu
Ijinkan ku merasakan eloknya lembahmu
dan kemudian, ijinkan ku pulang kembali
agar ku dapat terus memandangi agungmu dari kejauhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar