Minggu, 22 Agustus 2010

resah



batin ini menjerit tak tenang
mencari jawab atas sebuah tanya
dan jika resahku ini tak terjawab
maka ijinkan aku menghilang sejenak
pergi ke tempat yang ku sendiri tak tahu
membiarkan pikiranku menari
dan bercinta dengan kesendirianku
aku resah dengan segala yang maya
meresahkan pikiranku sendiri
dalam waktu yang tak dapat ditentukan
dalam misteri yang tak dapat terpecahkan
hanya kesendirianku
yang dapat menghiburku
membuaiku dalam alunan lagu yang merdu
membisikkanku akan nikmatnya hidup
membuatku percaya walau ku tak nyata
aku resah menikmati hari
tapi harus ku lewati yang tak nyata
melawan diriku sendiri
berseteru dengan pikiran liarku sendiri
meninggalkan sepi
saat ku benar-benar sendiri
dan menggantikannya dengan hening
dan jika tlah kutemukan matahariku
ijinkan aku tuk pulang kembali
dan mengubur hati
yang mungkin menghitam karna resah
biarkan aku menyembuhkan diriku sendiri
dalam kelamnya malam
dan mimpi yang bertabur bintang

2 komentar:

  1. Menarik.(^^)d

    Menulis puisi memang bisa menyalurkan perasaan kita.

    Dan kurasa keresahanmu berkurang setelah menulis puisi ini Jungs...

    BalasHapus
  2. hehe... iya gung... walaupun mungkin pertanyaan belum terjawab, tapi tetap menenangkan...

    BalasHapus