Kamis, 29 Oktober 2009

Tigabelasmeiduaribusembilan

Langit mendung menggayut
Resah dan gundah menghias mimpiku
Tatkala ku tau
Masa ini ternyata harus datang juga
Berharap ini semua hanyalah bunga tidur saja
Dan kelak, saat ku terbangun
Semuanya nampak baik-baik saja

Tapi ini semua nyata
Tuhan sedang mengasah hatiku kembali
Ku harus merasakan ini semua
Pahit...
Kita...
Aku dan kau..
Terkadang ku merasa begitu pedih
Menyesakkan hatiku
Rasanya menghimpit erat dadaku
Tapi kala kuingat pada Nya
Ku tahu Dia selalu menuntun kita
Dan tak sekalipun meninggalkan kita berdua

Tak akan hilang rasa itu
Tak akan ada yang bisa menggantikannya
Untuk saat ini, hingga ku tak tau kapan
Belahan jiwaku
Separuh hidupku...
Aku tak tau
Apakah itu engkau atau bukan
Yang ku tahu
Kan selalu kupertahankan rasa ini

Ku harus sadari
JalanNya terkadang tak kumengerti
Tapi pastilah baik adanya
Dia lebih mengerti diriku
Lebih daripada aku sendiri
Ia hanya butuh ku percaya
Bahwa Ia sedang berkarya dalam hidupku
Merajutkan rencanaNya dalam hidup kita

Kini..
Setelah semuanya berakhir
Ku tetap bersujud dihadapNya
memohon diturunkan mukjizatNya
karna ku percaya
kelak masa itu kan datang
saat kita kan dapat bersama kembali
ku tetap kan menunggu jawabNya
kan tetap ku cari jalanNya
yang kutau kan terbaik untuk kita
dan...
sebelum semuanya tiba
kau tetaplah lelaki terindah dalam hidupku...
Dan akan selalu begitu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar