Jumat, 24 Juli 2009

Bercinta dengan Hujan

Malam ini dia kembali datang mengunjungi
Dalam desiran angin yang mernerpa
Mengiringi kedatangannya
Menyentuh lembut kulitku dengan kesejukkannya
Aku menatap matanya yang dalam dan jernih
Dan kulihat cinta di kedalaman matanya
Kemurnian dan kesuciannya tak lekang waktu
Ia menyapaku dengan bahasa kalbu
Dan sejenak kita terdiam dan saling bertatap
Seolah pandangan dapat berbicara segalanya
Lama tak ku nikmati kehadirannya
Jantungku berdegup merasakan nikmat pesonanya
Senyumnya mendamaikan jiwaku
Titik-titik airnya menelusup membasahi jiwaku yang kersang
Dengan hembusan anginnya
Membawaku melayang menjumpainya
Mendekati kalbunya dan merasakan belaian cintanya
Aku melayang dan menggapai kenikmatannya
Belaian angin menelusup lembut disela sela tubuhku
Tetes airnya membasahi relung-relung jiwa sepiku
Dinginnya menyelimutiku dengan kehangatan
Aku berlari berpacu dengan angin
Agar semakin kurasakan cintanya menerpa wajahku
Berharap dapat terbang lebih tinggi lagi
Lebih tinggi menggapai dirinya
Dan cintanya..
Tak dapat ku berlama-lama merasakan sejuk cintanya
Karena dia kan pergi kembali
Membasahi jiwa yang kering di dunia yang lain
Dan kutau dia kan datang kembali
Menjumpaiku di saat jiwaku ingin bercinta kembali dengannya
Dan merindu akan perjumpaan dengannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar