
Satu minggu yang lalu, selama beberapa hari gue begitu terpesona dengan keindahan langit di atasku…
Langit biru yang menggelap, seiring senja, dihiasi gumpalan-gumpalan awan putih
Kadang dipercantik dengan warna jingga
Ngga pernah putus gue berucap kagum dengan keindahan langit itu...
”Nggak kaya di Indonesia...”
kayaknya langit yang seperti itu cuma bisa gue lihat di gambar, foto, atau di filem2
ngga nyangka gue bisa melihatnya sendiri dengan mata kepala gue sendiri
di atas kepala gue sendiri...
kalo gue bawa kamera, pasti udah jeprat-jepret sampe berbusa-busa kali...
itulah kenapa gue selalu cinta hujan...
karena, habis hujan, pasti selalu datang langit biru yang bersih dan gumpalan2 awan selembut kapas menghiasinya...
itulah kenapa juga gue selalu cinta hujan...
karena, dalam hujan, langit seperti di cuci bersih
itulah kenapa juga, gue selalu cinta hujan,
karena gue dilahirkan di bulan berhujan
dan di hari ulang tahunku selalu dihiasi langit biru yang indah...
bumi juga seperti di cuci bersih
sama seperti diri kita juga seperti dicuci bersih,
dari dosa-dosa kita kepada alam...
dan sungguh kasihan, kenapa banyak orang yang bersedih karena kehadiran hujan
karena banyak bencanakah karena hujan?
Banjir, longsor???
Kenapakah bisa terjadi seperti itu??
Apakah itu hukuman alam kepada manusia?
Atau reaksi alam atas kekejaman manusia padanya?
Maka gue pun mulai belajar melihat, seperti yang Tuhan lihat...
To see as GOD see...
Bagaimana Tuhan memandang bumi ciptaannya
Bagaimana kita pun seharusnya memandang bumi tempat kita berpijak dan langit tempat kita berlindung…
Langit yang indah
Langit yang cerah dan mempesona
Dimana disana tersimpan begitu banyak rahasia alam yang tak tergantikan
ditulis pada 16 Januari 2008
Langit biru yang menggelap, seiring senja, dihiasi gumpalan-gumpalan awan putih
Kadang dipercantik dengan warna jingga
Ngga pernah putus gue berucap kagum dengan keindahan langit itu...
”Nggak kaya di Indonesia...”
kayaknya langit yang seperti itu cuma bisa gue lihat di gambar, foto, atau di filem2
ngga nyangka gue bisa melihatnya sendiri dengan mata kepala gue sendiri
di atas kepala gue sendiri...
kalo gue bawa kamera, pasti udah jeprat-jepret sampe berbusa-busa kali...
itulah kenapa gue selalu cinta hujan...
karena, habis hujan, pasti selalu datang langit biru yang bersih dan gumpalan2 awan selembut kapas menghiasinya...
itulah kenapa juga gue selalu cinta hujan...
karena, dalam hujan, langit seperti di cuci bersih
itulah kenapa juga, gue selalu cinta hujan,
karena gue dilahirkan di bulan berhujan
dan di hari ulang tahunku selalu dihiasi langit biru yang indah...
bumi juga seperti di cuci bersih
sama seperti diri kita juga seperti dicuci bersih,
dari dosa-dosa kita kepada alam...
dan sungguh kasihan, kenapa banyak orang yang bersedih karena kehadiran hujan
karena banyak bencanakah karena hujan?
Banjir, longsor???
Kenapakah bisa terjadi seperti itu??
Apakah itu hukuman alam kepada manusia?
Atau reaksi alam atas kekejaman manusia padanya?
Maka gue pun mulai belajar melihat, seperti yang Tuhan lihat...
To see as GOD see...
Bagaimana Tuhan memandang bumi ciptaannya
Bagaimana kita pun seharusnya memandang bumi tempat kita berpijak dan langit tempat kita berlindung…
Langit yang indah
Langit yang cerah dan mempesona
Dimana disana tersimpan begitu banyak rahasia alam yang tak tergantikan
ditulis pada 16 Januari 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar