Selasa, 28 Juli 2009

Dalam keteduhan rindangnya pepohonan
Dan sejuknya udara yang menghembus wajahku lembut
Ku menatap dirinya dalam-dalam
Dalam keindahan dan keagungannya, dia berdiri dalam diam
Menunggu dan tetap menungguku
Dengan cintanya ia mengirimkan kesejukan itu kepadaku
Sungguh kerinduan itu menelusup ke dalam hatiku
Dan jauh di dalam hatiku
Sebutir Kristal bening mengalir di sela-selanya
Sungguh tak kuasa ku menahan kesedihanku
Ingin rasanya ku berlari ke dalam pelukannya
Dan membisikkan segala kata cintaku yang telah lama kupendam
Tapi langkahku tertahan
Dan sengalan napasku menghalangi langkahku
Ku hanya dapat melihatnya dari kejauhan
Dan mengaguminya dalam hatiku
Dalam hati kubisikkan puisi cintaku padanya
Berharap angin sudi menyampaikan kepadanya
Mendung menghiasi hatiku dan langit di atasku pun seolah mengerti
Dinginnya udara pun seraya turut menjeritkan kepedihanku
Aku ingin menggapai cinta itu namun ku tak sanggup
Belum… belum saatnya..
Dan entah kapan saat itu tiba…
Dan ku hanya dapat memandanginya dari kejauhan saja
Menitipkan salamku padanya lewat angin
Maaf…
Maafkan aku yang tak berdaya menerima cintamu
Dan dari kejauhan ku dengar kau bisikkan kata cintamu
Dengan setia berjanji menanti ku datang padamu
Entah kapan ku bisa memelukmu
Ataukah aku hanya dapat memandangimu dan cintamu saja
Tanpa pernah mencicip hangatnya cintamu
Dan tak sadar jiwaku menjerit akan ke tidak dayaanku ini
Sungguh tak kuasa ku menahan piluku
Sabarlah, sayangku
Ku berharap aku akan dapat datang ke dalam pelukanmu
Suatu saat nanti
Dan kelak,
kan ku gapai cintamu dan ku simpan ke dalam lubuk hati terdalamku…


20 Mei 2008
saat pertama kali gagal naik pangrango.. hanya bisa lihat dari jauh dan membuat puisi ini untuknya.. aku mulai mencintai pangrango hanya dari puisinya GIE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar