Tulisan ini gue tulis saat 16 agustus, dua tahun lalu. sehari menjelang peringatan hari kemerdekaan kita...
dan sekarang gue masukin lagi d blog ini... beberapa minggu sebelum peringatan hari kemerdekaan lagi...
Beberapa hari yang lalu, di angkot gue ngga sengaja mendengar pembicaraan dari penumpang lain..
Pembicaraan sepasang suami istri dengan penumpang lain. Dari pembicaraan yang ngga sengaja gue denger itu, suami istri ini baru pulang dari jualan bendera, menjelang 17an…
Katanya tahun ini sepi, ngga seramai tahun2 sebelumnya yang kadang jualannya suka kehabisan.
Dulu omset mereka bisa mencapai 8 juta, sekarang, dua juta aja belum bisa dibawa pulang.
Dulu perusahaan-perusahaan banyak pesan bendera, sampai kewalahan, sekarang pembeli sudah sepi.
Mungkin juga karena harga2 semakin mahal, orang semakin pikir2 untuk beli2 barang, katanya dulu di kantor hampir tiap tahun beli. Kusam dikit aja, udah beli baru. Sekarang udah sayang beli baru…
Bendera merah putih itu kini entah ada artinya buat kita apa hanya sebagai simbol yang makin lama makin hilang artinya dan hanya sekedar rutinitas semata aja…
Gue juga ngga tau..
Bahkan gue sendiri juga mulai merasa kehilangan makna kesakralan selembar bendera itu…
Dulu…
Waktu gue masih sekolah, yang kebetulah pas SD dan SMA jadi paskibra, gue masih merasakan kesakralannya selembar kain merah dan putih itu…
Rasanya jika benda itu ada ditangan, harus betul2 dijaga dengan sepenuh hati, kadang juga terngiang bagaimana perjuangan jaman dulu hingga bendera itu kini bisa berkibar dia langit biru Indonesia. Bahkan ada peraturan ngga tertulis, jika bendera itu menyentuh tanah, maka akan ada sanksinya bagi yang menjatuhkan bendera itu.
Mungkin bagi yang ngga pernah dengar “aturan” itu akan nganggep suatu aturan yang tolol. Masa selembar kain merah putih aja kalau nyentuh tanah dikit aja harus push up…
Hanya orang bodoh mungkin yang mematuhi aturan itu…
Dan mungkin gue salah satu orang bodoh itu.
Bukan karena hanya aturan itu semata, kalau gue menjatuhkan bendera itu lantas terpaksa push up hanya karena aturan yang nggak ada maknanya buat gue..
Sama sekali ngga gitu…
Bendera itu lebih dari sekedar selembar benang buat gue
Bendera itu pun lebih dari sekedar simbol kenegaraan buat gue
Tapi maknanya lebih dalam lagi.
Bagaimana demi mengibarkan sehelai kain itu, ribuan nyawa melayang memperjuangkannya…
Pertumpahan darah pun terjadi demi mempertahankannya untuk tetap berkibar…
Lalu…
Apa kini makna sang merah putih itu buat kita, manusia masa kini??
Yang umurnya sudah jauh di bawah para pejuang yang terdahulu
Yang hidup kita pun jauh dari peperangan memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankannya.
Apa bendera itu kini sudah ngga ada artinya?
Apa bahkan kini rasa nasionalisme kita pun sudah nggak ada?
Apakah kita pernah lagi memandang ke atas sana, mengagumi dan sungguh menghormatinya yang berkibar dengan anggunnya di atas sana?
Gue enggak…
Dan gue harap gue nggak akan melupakannya
Mungkin gue udah ngga pernah lagi masuk dalam jajaran petugas upacara yang bertugas sebaik-baiknya dan mengibarkan bendera itu, karena gue emang ngga pernah mengereknya langsung ke atas langit sana…
Mungkin gue juga udah ngga pernah menyentuhnya lagi, bahkan untuk mengibarkannya sendiri di rumah gue pun gue ngga sempat.
Tapi paling enggak, di tengah negara yang mungkin sudah kurang baik kelihatannya ini, gue tetap bangga bisa dilahirkan di sini, bisa dibesarkan di sini
Dan gue harap, dia tidak lagi sendirian di atas sana, tanpa ada yang memandanginya lagi
Tanpa ada yang mengharumkan namanya lagi..
Tanpa ada yang bangga akan kehadirannya lagi…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar